Saturday, 9 August 2014

Pakai jilbab, tapi kok terlihat seksi ??





 Fenomena Jilboob, berjilbab namun pakaiannya ketat bin bahenol dengan kata lain P*ayudara serta Bok*ng menyembul kemana-mana. Apakah Jilbabnya yang salah? lantas apakah orang bisa mengolok mereka? lantas apakah wanita muslim yang tidak berjilbab lalu bisa berbangga?


Hal semacam ini sama seperti dengan masalah, seseorang muslim mengapa masih ada yang mencopet walau sebenarnya terang dilarang, mengapa ada yang mabuk walau sebenarnya alkohol terang haram, mengapa ada yang memerkosa? apakah itu salah islamnya?


Fenomena Jilboob ini dapat yang kerapkali jadikan argumen orang malas berjilbab, dengan argumen “percuma berjilbab bila sikapnya buruk”


Masalah di atas sama seperti dengan suatu pertanyaan : lbh bagus mana wanita yg tdk tutup aurat (tdk berjilbab) tp perilaku serta hatinya bagus, serta wanita yg berjilbab, tp nyatanya hatinya rusak???


1) Berjilbab namun berakhlak jelek.
Beberapa muslimah yang berjilbab namun ada banyak juga tidak mematuhi syariat-syariat islam yang lain.


2) Tak berjilbab namun berakhlak baik.
Beberapa wanita yg tidak atau mungkin belum berjilbab namun tak tidak mematuhi syariat-syariat islam yang lain, terkecuali jilbab.


Mana yang tambah baik??? Jawabannya yaitu tak ada tambah baik dari dua hal itu. Tak ada yang kian lebih dua alternatif pelanggaran, lantaran dari keduanya memanglah tak ada yang baik.


Saat seseorang muslimah sudah baligh atau mungkin dewasa maka harus baginya untuk berjilbab. Adapun persoalan moral atau mungkin akhlak itu yaitu perkara yang lain di mana ada ketentuan sendiri.


Barangkali yang perlu kita imani terlebih dulu yaitu sebenarnya berjilbab yaitu keharusan yang mutlak untuk seseorang muslimah dewasa. Banyak kok dalil-dalil perihal keharusan berjilbab untuk seseorang wanita yang sudah baligh.,


Satu diantaranya perintah dalam Al Qur ; an di bawah ini, Allah Subḥānahu Wa Ta’Ala Berfirman : ”Hai Nabi, katakanlah pada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu serta isteri-isteri orang mukmin : ’Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke semua badan mereka’. Yang sekian itu agar mereka lebih gampang untuk di kenal, karenanya mereka tak di ganggu. Serta Allah yaitu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. ” QS. Al Ahzab (33) : 59


Ringkasnya begini, juga sebagai seseorang muslimah, jilbab itu hukumnya WAJIB. Tak ada tawar-menawar dalam hal semacam ini. Tetapi, kadang-kadang jilbab jadikan tolak ukur tingkah laku seorang. ”dia berjilbab, namun sikapnya buruk”. Pertanyaan saya, mengapa jadi menyalahkan jilbabnya?!


Bila ada seseorang wanita berjilbab, namun sikapnya jelek. Bermakna, wanita itu cuma ‘mengetahui’ belum ‘memahami’. Kita tak bisa menyalahkan jilbabnya, karna itu keharusan, cukup pribadinya.


Lantas, seseorang wanita yang baik, namun tak berjilbab. Apakah dapat di pastikan yang berkaitan telah meyakini/pasti baik? sesaat bila memanglah mengakui seseorang muslimah yang baik, lantas dia benar memahami serta tahu apa yang diperintahkan agamanya, pastinya ia bakal mulai berlajar kenakan jilbab.


Maka yang butuh di ketahui di sini bahwasanya, dosa berkepribadian jelek serta tak berjilbab itu yaitu dosa sendiri. Seperti seorang yang rajin shalat atau mungkin rajin mengaji namun nyatanya dia masih berbuat jahat. bahkan juga seseorang kyaipun tidak menjaminkan dapat lepas dari perbuatan jahat serta jelek?


Butuh juga diingat bahwasanya tingkah laku individu tak dapat dipakai untuk menilai pada umumnya beberapa wanita yang berjilbab. Bahkan juga diluaran sana saya jamin, masih lebih beberapa wanita yang berhijab serta akhlaqnya sungguh mulia. Sebaliknya banyak juga wanita tidak berjilbab namun sikapnya kurang baik.


Jilbab yang telah dikenakan dengan benar, insaaAllah bakal memberi dampak besar untuk lakukan kebaikan, sedang menanggalkannya dapat buka kesempatan besar untuk jalannya berbagai macam maksiat. Lantaran pada intinya tak berjilbab tersebut juga telah adalah suatu kemaksiatan.


Meskipun jilbab itu tak tutup kemungkinan negatif serta bukan hanya menanggung kebaikan semuanya namun efek positif yang diraih oleh wanita berjilbab jauh tambah baik di banding wanita yg tidak berjilbab.


Karena wanita yang berjilbab itu sudah beroleh beberapa dari kebaikan/keutamaan sedang kebaikan yang lain mesti dipenuhi dengan keharusan yang lain. Adapun kebaikan itu nampak dari pancaran pengetahuan, iman serta takwanya pada Allah subhanahu wata’ala.


Kita tidak memiliki hak menghakimi apakah seorang baik atau mungkin belum, lantaran baik dimata kita belum pasti baik di mata Allah. Begitupun sebaliknya kita tidak memiliki hak menghakimi mereka beberapa wanita yang kenakan jilbab walaupun mungkin pakaian mereka masih ketat serta tidak sesuai sama ketentuan yang benar. Kita memiliki hak mengingatkan bila mereka masih kurang benar dalam kenakan pakaian, tetapi pada awal mulanya kita butuh jg bercermin apa kah kita sendiri telah layak (baik) utk memberikan nasehat mereka.

Fenomena ini tengah booming booming nya, tak tahu lantaran memanglah ingin mengolok olok golongan ini atau mungkin memanglah beberapa uploader ini memanglah menyukai photo foto seperti ini.
saya sih menilainya lantaran mereka kurang pengetahuan seberapa layak serta benar bagaimana caranya menggunakan jilbab yang benar.
Barangkali juga di inspirasi lantaran hijabers yang berjilbab namun modis tetapi salah pengartian.
bagaimana teman teman fk menanggapinya?

berita kita

About berita kita

Author Description here.. Nulla sagittis convallis. Curabitur consequat. Quisque metus enim, venenatis fermentum, mollis in, porta et, nibh. Duis vulputate elit in elit. Mauris dictum libero id justo.

Subscribe to this Blog via Email :

Silahkan berkomentar mengenai artikel kami